Label

Minggu, 06 Oktober 2013

Karakter, sifat dan perilaku

Hai bloggie apa kabar?? Udah lama nih gak nulis hehe. Kali ini saya mau nulis yang simpel simpel aja ya.

Yup setiap orang terlahir dengan karakter masing-masing, dengan sifat dan perilaku yang berbeda-beda. Ada yang baik, jutek, kalem, banyak tingkah dan sebagainya. Orang bilang karakter, sifat atau perilaku dari seseorang itu gak bisa dirubah dan mereka akan terus hidup dengan semua itu, yang baik tetep baik yang jute tetep jutek.

Menurut saya yang orang bilang itu salah. Karakter, sifat atau perilaku dari seseorang itu emang gabisa dirubah tapi bisa berubah seiring waktu juga dimana dan sama siapa dia tinggal. Kadang manusia itu mudah terpengaruh sama lingkungan sekitar, harus baik baik jaga diri biar yang tadinya udah baik gak jadi jahat. Faktor yang menurut saya bisa bikin karakter atau sifat seseorang itu berubah yaitu faktor lingkungan sekitar. Percaya gak percaya, semakin lama dia tinggal disuatu tempat semakin besar pengaruh yang masuk ke diri seseorang itu dan bisa membawa perubahan dalam diri dia.

Diri kita itu punya sifat menyesuaikan, dimana kita berada disitu kita belajar menyesuaikan diri kita. Dari penyesuaian itu yang bisa bikin sesuatu yang paling dalam dari diri kita berubah sediit demi sedikit. Tapi kita harus bisa memilih dan memilah perubahan mana yang baik buat kita dan yang mana yang gak baik.

Itu aja mungkin yang bisa saya tulis, gak bisa nulis panjang panjang karena besok ada uts hihi. Semoga aja semua perubahan yang kita alamin itu gak membawa diri kita ke perubahan yang buruk ya bloggie. Aamiin o:)

Rabu, 10 Juli 2013

Cerita Tentang Kita

Hai bloggie, udah lama ya ga ngeblog dan itu karena lepi aku yang rusak hhm L
Kali ini udah masuk bulan Ramadhan ya, alhamdulillah J

Oh iya kali ini aku mau coba cerita tentang sesuatu, sesuatu yang selama 9 bulan ini jadi alasan yang bisa bikin aku ketawa, senyum-senyum sendiri, nangis, marah, bahagia dll deh.

Ya dia itu seseorang yang selama 9 bulan ini selalu nemenin kehidupan aku. Entah kenapa bisa, tapi dari awal pertama aku liat dia ada sesuatu yang menarik. Dia diam, ga banyak omong dan selalu jadi orang yang tertarik buat dipandang.

Awalnya kita deket lewat sms, suka papasan dan saling senyum atau kadang malu malu nunduk, terus sengaja janjian di tempat kuliah cuma buat sekedar ngobrol dan akhirnya kita sampe sama satu perasaan yang bikin kita semakin deket lagi, lebih dari sekedar temen.

Minggu-minggu awal ngejalanin hubungan sama dia itu rasanya punya semangat baru buat kuliah, begitu juga yang dia rasain. Bulan-bulan awal selalu ada hal yang gak kita duga bakal kejadian, hal-hal yang kadang bikin kita terharu bikin kita senyum-senyum kalo inget itu J

Hhm gabisa dipungkiri kalo dalam sebuah hubungan pasti ada masanya kita itu berantem atau ngerasa marah karena kita beda pemahaman. Walau gimanapun suatu hubungan itu dibangun dari 2 kepala yang berbeda bukan? Dibangung dari 2 prinsip, 2 jalan pikiran yang berbeda yang disatukan dalam sebuah komitmen. Jadi, cek cok kecil atau besar mau gak mau dan pasti bakalan dialamin :’)

Hal yang paling besar yang bikin kita ribut alhamdulillah udah berhasil dilewatin tapi kita sadar masih banyak hal besar lain yang siap menghadang didepan sana. Aku selalu menekankan kalo semua yang udah kita lewatin sampe sejauh ini terlalu sayang buat disia-siain gitu aja. Dan dia selalu menekankan sama aku kalo aku harus lebih banyak belajar sabar ngejalanin hubungan ini. Aku sama dia itu bener-bener berbeda pandangan dan itu yang selama ini kita perjuangin supaya bisa jadi satu, supaya ada titik dimana hal yang kita pikirin dan kita bahas itu sejalan :’)

Sekarang aku bisa liat satu hal, yaitu “kekurangan selalu beriringan dengan kelebihan dan kelebihan itu punya 100 poin lebih unggul dari kekurangan.” Jadi, sebesar apapun kekurangan, kelebihan bakal selalu bisa terlihat lebih unggul dari kekurangan.

Kekurangan dan kelebihan itu semua perkara gimana kita bisa terima keduanya, gabisa kalo cuma salah satu aja :’)
Sampe hari ini aku bahagia sama dia, bahagia bisa punya dia dan insyaAllah kelebihan bakal jadi hal utama yang aku liat dari dia :’)

Oh iya dibulan kesembilan ini dia bilang “Yang spesial hari ni itu, kita masih saling sayang satu sama lain. Sabar dulu ya sama kangennya” :’’)
Longlasting ya........... sayang :') ({})

Selasa, 21 Mei 2013

Rasa Syukur

Manusia itu dilahirkan ke bumi engga dengan keadaan yang sama, derajat yang sama, pribadi yang sama, dll. Manusia dilahirkan dibumi ada yang kaya ada yang miskin, ada yang baik ada yang jahat, ada yang putih ada yang hitam, ada yang cantik/tampan ada yang jelek, dll. Semua itu tentu ada tujuannya, yaitu mengukur seberapa besar rasa syukur seorang manusia itu sendiri atas apa yang ia miliki dan yang ia jalani serta mengukur seberapa besar manusia itu mau berikhtiar dan berdoa untuk menjadi manusia yang lebih baik dari saat ini.

Terkadang manusia masih saja tidak menerima bahwa dirinya terlahir menjadi orang yang serba kekurangan. Baginya orang lain terlahir lebih beruntung dari pada dirinya, yaitu terlahir dengan wajah yang cantik/tampan, terlahir dengan harta yang lebih dari cukup, terlahir dengan pribadi yang baik dan disukai banyak orang. Saya pun terkadang merasa demikian. Tapi rasa iri itu manusiawi bukan?

Ya rasa iri itu memang manusiawi asalkan tidak berlebihan dan tidak membuat jiwa kita menjadi buta. Terkadang karena rasa iri manusia akan menghalalkan segala cara untuk memuaskan rasa irinya itu. Maka dari itu dalam agama apapun rasa iri itu harus dihindari. Kita tidak bisa terus melihat keatas dimana rasa iri itu akan semakin menggunung, tapi llihatlah kebawah dimana rasa syukur akan tumbuh dan mententramkan jiwa.

Saya sebagai salah satu manusia yang disebut diatas juga selalu berusaha mengubur dalam dalam rasa iri dan berusaha menumbuhkan rasa syukur. Belajar mensyukuri apa yang kita miliki sampai saat ini, bersyukur atas apa yang Tuhan percayakan pada kita, bersyukur bahwa kta masih dilindungi dari jahatnya rasa iri.

Semoga Allah selalu memenuhi hati kita dengan rasa syukur ya readers. Aamiin aamiin ya rabal'aalamiin :')

Kamis, 09 Mei 2013

Bimbang

Mungkin benar apa yang pepatah bilang "dalamnya lautan masih bisa dikira tapi dalamnya hati siapa yang menduga" , karena sampai saat ini saya masih tidak bisa menduga isi hati seseorang yang saya kenal.
Sudah lebih dari setengah tahun saya mengenalnya tetapi sampai saat ini saya masih bertanya-tanya apa yang sebenar-benarnya ada dihatinya. Dia selalu mengatakan hal-hal yang indah tetapi saya tidak tau apakah itu yang sesungguhnya?

Bukan hanya dia sebenarnya semua orang pun saya tidak tau apa yang ada didalam hati mereka yang sesungguhnya, karena saya terkadang merasa tertipu oleh beberapa diantara mereka.

Setiap waktu yang sudah terlewat selalu dihiasi oleh dia dan mereka, tidak terlewat sedikit pun. Saya berusaha memasuki hati mereka, mencari tau isi hati yang sesungguhnya tetapi ternyata itu sulit dan sangat tidak mudah. Seberapa lama kehidupan dihabiskan dengan dia atau mereka, tidak menjamin isi hati mereka akan kita ketahui.

Bimbang? Ya pasti akan kita rasakan, karena lelah yang mengundang bimbang. Lelah dengan usaha yang tidak pernah mendapatkan hasil, lelah karena entah sampai kapan isi hati itu akan ditemukan, lelah jika harus terus bertanya "apakah yang ada didalam hatimu sesungguhnya?"

Tidak mungkin isi hati itu akan keluar dengan sendirinya dan tidak mungkin isi hati itu akan sepenuhnya keluar, karena sampai kapanpun mungkn hati akan tetap menyimpan rahasianya sendiri meski sekecil apapun itu.

Senin, 29 April 2013

Kata Hati


Hati ini sudah terlalu lelah, terlalu lelah untuk mengingatkan

Mengingatkan akan sebuah kesalahan yang terulang

Hati ini sudah terlau lelah, terlalu lelah untuk terus memohon

Memohon akan suatu keinginan yang terabaikan

Hati ini sudah terlalu lelah, terlalu lelah untuk tunduk

Tunduk pada suatu hal yang tak bisa membesarkannya

Hati ini sudah terlalu lelah, terlalu lelah untuk bersabar

Bersabar pada setiap cobaan yang entah kapan akan berhenti


Hati ini kosong

Hati ini hampa

Hati ini tak memiliki arah

Hati ini tak memiliki tujuan bahkan mimpi

Hati ini bimbang akan jalan cerita yang saat ini mengikatnya

Hati ini tak mengerti akan sebuah pilihan bahkan memilikinya pun tidak



Tetapi hati ini tak mau pergi meskpun pilihan tersedia

Hati ini ingin tetap tinggal kecuali waktu yang mengakhirinya

Hati ini perih tapi akan lebih perih saat dia pergi

Hati ini entah disebut pasrah kah atau menyerah kah..